Kritik Pedas Serang Ronaldo: Sikapnya Kurang Ajar

Kritik Pedas Serang Ronaldo: Sikapnya Kurang Ajar

Di lansir dari manutdnetwork.com, Cristiano Ronaldo kembali menuai kritik. Kali ini bukan karena performanya di atas lapangan, tetapi soal sikapnya saat Tim Portugal di imbangi Serbia, pada akhir pekan lalu.

Serbia Vs Portugal, Puasa Gol Cristiano Ronaldo Berlanjut Halaman all -  Kompas.com

Dalam duel itu, Ronaldo sempat marah-marah di atas lapangan. CR7 sampai melempar ban kapten di atas lapangan, karena kesal ketika golnya di anulir.

1. Ronaldo mengamuk, banting ban kapten, lalu kabur dari lapangan

Di kutip dari haveyouseenhim.com, insiden di anulirnya gol Ronaldo bermula ketika skor kedua tim masih imbang, 2-2. Kebetulan, Ronaldo melepaskan tembakan yang berhasil melewati garis gawang Serbia.

Namun, belakangan bola di halau oleh Stefan Mitrovic. Bola memang sudah melewati garis meski sudah di halau Mitrovic.

Dari tayangan ulang, seharusnya upaya Ronaldo berbuah gol. Wasit Danny Makkelie dan stafnya berkata lain. Hal itu bukan lah sebuah gol. Insiden ini tak bisa di verifikasi pula, karena teknologi garis gawang tidak ada.

Akibat insiden ini, Ronaldo kemudian marah-marah ke Makkelie dan stafnya. Dia sempat mendekati hakim garis dan berteriak ke wajahnya, bertanya mengapa bendera tak terangkat karena gol sudah tercipta.

Namun, sang hakim garis menolak memberikan gol tersebut. Akhirnya, dia mengamuk dengan melempar ban kapten di tengah lapangan.

Parahnya, Ronaldo langsung ngeluyur ke ruang ganti akibat begitu kesal dengan keputusan wasit.

2. Di anggap tak hormati Timnas Portugal

Gesturnya memang tak elok. Sebab, Ronaldo bagaikan mempermalukan panji Timnas Portugal.

“Aksinya tak bisa di terima, karena dia kapten tim nasional. Jangan pernah melempar ban kapten ke tanah dan menuju langsung ke ruang ganti. Tindakan yang tak bisa di terima,” kata mantan pemain Timnas Portugal, Fernando Meira.

Meira tahu kalau Ronaldo frustrasi. Dan dia memakluminya. Namun, pemain sekelas Ronaldo, menurut Meira, seharusnya bisa lebih mengendalikan diri.

3. Ronaldo minta maaf

Ronaldo belakangan minta maaf. Dia mengaku bahwa ia cukup kesulitan dalam mengendalikan dirinya.

Apalagi, status kapten begitu berat baginya. Dia merasa harus memberikan segalanya dan mengantarkan Selecao das Quinas menang.

“Ada beberapa momen sulit yang harus kami hadapi. Apalagi, kalau satu negara terpengaruh. Saya tetap memberikan yang terbaik untuk tim nasional dan itu tak akan pernah berubah,” tegas Ronaldo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *