Megaproyek RANS Cilegon United dan Masa Depan Bisnis Klub

Megaproyek RANS Cilegon United dan Masa Depan Bisnis Klub

Minat IPO, Raffi-Rudy Salim Suntik Cilegon FC Rp 300 M Lebih

Di lansir dari manutdnetwork.com, selebritas Indonesia, Raffi Ahmad, bersama rekannya yang juga juragan mobil mewah, Rudy Salim, tidak main-main dalam membeli Cilegon United. Mereka ternyata sudah memiliki rencana masa depan untuk mengembangkan klub yang namanya di ubah menjadi RANS Cilegon FC menjadi lebih profesional.

Rudy yang jadi salah satu bos di RANS Cilegon FC menyatakan sudah menyusun rencana untuk menjadikan klub ini lebih berkembang ke arah profesional.

Target Rudy dan Raffi adalah menjadikan RANS Cilegon FC sebagai entitas bisnis yang sesuai dengan good corporate governance. Di kutip dari cheapmlbjerseyschina.us.com/, demi memenuhi ambisi itu, ada sejumlah proyek yang di usung Raffi bersama Rudy, berikut beberapa di antaranya:

1. Stadion mini berstandar internasional

Membangun stadion menjadi salah satu fokus utama. Ini memang sudah di singgung Raffi di akun YouTube RANS Entertainment.

Awalnya, lapangan yang di bangun di perkirakan berskala kecil. Namun, setelah di presentasikan oleh Rudy, ternyata itu merupakan lapangan yang kelasnya setara dengan stadion mini mewah.

Lapangan itu akan di bangun di atas lahan seluas 2,7 hektar. Sudah ada blue print terkait proyek ini.

Tidak hanya lapangan sepak bola saja yang akan di bangun. Nantinya, ada pula lapangan bulu tangkis, tenis, basket, wall climbing, dan arena eSports.

Berbagai fasilitas pendukung juga akan di bangun seperti kafe, restoran, dan food court. Lapangan itu rencananya akan di bangun di kawasan Pantai Indah Kapuk 2.

Namun, ini bukan kandang dari RANS Cilegon FC, melainkan lokasi pemusatan latihan. Mereka juga akan membangun akademi serta Sekolah Sepak Bola di sana.

“Tujuan dari akuisisi tidak hanya membeli klub sepak bola saja. Oleh karena itu , kami ingin mengarah ke good corporate governance,” kata Rudy.

2. Mau IPO

Rencana lainnya adalah membawa RANS Cilegon FC melantai di bursa efek. Sudah ada klub Indonesia yang melakukannya.

Itu adalah Bali United. Mereka telah melantai di bursa efek sejak 17 Juni 2019. Dengan kode saham BOLA, Bali United di hargai Rp175 per lembar saham saat pertama kali IPO.

Data dari pergerakan per Kamis 1 April 2021, harga BOLA sudah mencapai Rp276 per lembarnya.

“Soal itu, rencana dalam jangka panjang. Tentu, untuk ke sana tidak bisa di wujudkan dalam jangka pendek. IPO membuat perusahaan jauh lebih efisien, ada komite audit, dewan pengawas, dan lainnya,” terang Rudy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *